Senin, 21 Maret 2011

Interview With Dui Montero, Maestro Magician



Pertama kali mendengar kata Dui Montero pasti yang terbayang adalah aksi manipulasi kartu yang mengagumkan dan spektakuler, Di suatu kesempatan sevenspade berhasil melakukan interview ekslusif dengan maestro Dui Montero via facebook, ternyata beliau adalah pribadi yang menyenangkan dan sangat peduli dengan perkembangan dunia sulap Indonesia, berikut kutipan interview nya :

Apa kabarnya kak Dui Montero? 
Udah lama ga nongol di TV kalo boleh tau apa Kesibukan saat ini?
"Baik..:) Kesibukan masih di dunia sulap, hanya saja..di belakang layar dulu hingga 2 tahun mendatang. Sebagai konsultan."


Bagaimana awal ketertarikan anda di dunia magic?
"Saya tertarik di dunia sulap karena ayah saya. Dia adalah bisnisman yg hobi sulap juga. Akhirnya saya diajarkan olehnya trik2 sulap close up. Dan ya aaa..hingga sampai saat ini...:)"


Dari mana anda mulai belajar sulap?apakah berguru ke luar negeri?
"Saya tidak pernah belajar ke luar negeri. Pertama saya belajar oleh ayah saya, lalu oleh Sekarlangit Saptohoedojo (Putra almarhum seniman Saptohoedojo). Lalu belajar melalui buku2 sulap luar dan video2 sulap."


Siapakah figur-figur yang paling menginspirasi anda dalam karir di dunia magic?
"Saya terinspirasi oleh Lance Burton (Master Magician)..David Copperfield..dan Siegfried & Roy."


Aliran sulap apakah yang paling anda tekuni hingga saat ini dan apakah trick favorit anda?
"Seperti halnya Lance Burton..saya menganut aliran Classic Magic. Dan trik favorit saya adalah...permainan manipulasi kartu."


Adakah tips yang anda berikan untuk teman-teman yang baru mendalami dunia sulap, agar bisa sukses seperti anda?
"Jika anda ingin menjadi seorang maestro sulap..,anda harus benar2 sering berlatih. Nahhh..dalam pertunjukan sulap, tidak hanya trik yg harus anda pelajari..,namun semua hal..! Seperti..koreografi, rutin, musik, kostum, dll. Dan minimal..,anda harus berlatih selama 10rb jam..untuk menjadi seorang maestro. Dalam hal apapun..untuk menjadi handal..anda hrs berlatih minimal 10rb jam. (3-5 thn)"


Bagaimana menurut anda prospek perkembangan dunia sulap di Indonesia ?
"Prospek dunia sulap di Indonesia..cukup menjanjikan. Kita ϐì§á lihat dimana2..sekarang banyak pesulap2 yg bermunculan. Itu menandakan bahwa di dalam dunia sulap..merka dapat hidup. Dan tentunya..anda harus lebih kreatif untuk membuat suatu hal2 yang baru."


Banyak teman-teman yang mengalami kesulitan membagi waktu antara magic dan aktivitas lain. Nah, bagaimana cara anda mengatasi hal ini?
"Sebenarnya..tidaklah terlalu sulit. Sama seperti anda makan tiap hari.., anda harus mandi setiap hari.., anda pergi ke sekolah tiap hari, anda apel ke tempat pacar, atau anda nongkrong bersama kawan2 di suatu tempat. Tinggal tambahkan saja kegiatan sulap itu diantaranya...:)"


Seiring berjalannya waktu maka banyak muncul juga pesulap2 baru di Indonesia, bgai mana anda menyingkapi munculnya pesulap2 baru tsb?
"Sebenarnya..dengan semakin banyaknya pesulap yg bermunculan..tentunya membuat lahan menjadi semakin sempit hahahaha., Itu tdk ϐì§á kita pungkiri. Tinggal saja..bagaimana kita mengemas konsep pertunjukkan kita berbeda dari para pesulap2 yg lain..:) Namun tentu saja, dalam persaingan ini..harus secara sehat..:)"
 

Menurut anda seberapa penting kah seorng pesulap menjaga "kode etik pesulap"?
"Kode etik adalah sebanding dengan harga diri kita. Jadi pasti anda sdh tahu..apa yg harus kita lakukan dng harga diri kita..? Karena jika kode etik telah dilanggar..itu berarti kita sdh ditelanjangi."



Boleh ga kak sedikit cerita kapan mulai karir profesional anda dan prestasi apa aja yang udah berhasil diraih?
"Saya pertama kali belajar sulap..pada saat umur 9 tahun. Dan pertama kali tampil (dengan bayaran)..itu pada saat umur 14 tahun (kelas 3 SMP). Dan bayaran saya waktu itu..Rp. 35rb..:) Dari setelah itu..saya banyak melakukan show2 di acara anak2 bahkan acara dewasa. Namun..saya merasa bahwa saya memulai karier profesional..pada tahun 1996..saat saya berumur 19thn. Karena pada waktu itu..saya sdh menggarap semua detail pertunjukan saya. Spt: Musik, koreografi, kostum. Dan bahkan saya sdh memiliki asisten, kru..dan manager..:)"
 
Prestasi saya:
"Honorary Ambasador Of Jogjakarta 2001 Presented By Sri Sultan Hamengku Buwono X."
"Guest Star Brunei Darusalam Independence Day 2001 Presented Sultan Halsanah Bolkiah."
"Best Indonesian Stage Magician By The Art Of Magic Competition 2007."
"Guest Star Bangkok Magic Extravaganza 2011."


Sebagai seorang magician masih ada gak rencana,obsesi atau cita-cita yang belum tercapai?
"Sebagai seorang pesulap..tentunya ingin meraih impian sebagai juara dunia..atau Juara FISM. Sebuah Olimpiade Sulap yg diadakan tiap 3 tahun. Dan sebagai seorang seniman..saya ingin mendirikan sekolah sulap yg benar2 memiliki kurikulum..dan sertifikat ijasah. Dan diakui di dalam maupun luar negeri..terutama Departemen Pendidikan dan Kebudayaan." 

Belakangan ini, banyak fenomena di kalangan pemuda yg belajar sulap hanya untuk menarik lawan jenisnya. istilah ini dikenal dengan sebutan gambit,  menurut pendapat seorang dui montero, apakah fenomena ini wajar?? belajar sulap hanya untuk motif tertentu seperti ini?sementara kita tahu bahwa tujuan bermain sulap adalah untuk menghibur?
"Kalo menurut saya..itu wajar2 aja. Karena sulap adalah..sesuatu yg dapat menambah kepercayaan diri. Dapat digunakan untuk menarik perhatian. Dapat pula untuk melobi. Atau..jika dalam suatu seminar..atau rapat2 kerja..atau sejenisnya, sulap dapat membuat suasana menjadi lebih rileks. Refreshing. Namun jika dng kelebihan2 tersebut, lalu digunakan sebagai hal2 yg negatif...itu tentu saja tidak boleh..! Sebagai contoh.., saya dapat berkenalan dengan istri saya saat ini, ya melalui trik sulap. Mungkin jika saya tidak pernah belajar sulap..., pada tahun 1999 di Bandara Soekarno Hatta..saya tidak akan pernah berkenalan dengan calon istri saya....:)"


Kesimpulan nya "Kode etik adalah sebanding dengan harga diri kita. Jadi pasti anda sdh tahu..apa yg harus kita lakukan dng harga diri kita..? Karena jika kode etik telah dilanggar..itu berarti kita sdh ditelanjangi."

Nah, itulah wawancara dengan Mestro magician Indonesia.  Secara pribadi, saya salut pada kiprah Dui Montero yang tetap bisa ikut ambil bagian dalam memajukan dunia sulap Indonesia di tengah  ramainnya kemunculan pesulap pesulap baru di Indonesia. 

Semoga sepenggal interview ini bisa memacu semangat serta bisa menjadi inspirasi buat magician lain.


Keep Magic
Selengkapnya...

Selasa, 15 Maret 2011

Deddy Corbuzier Pernah Diracun Istri


Pasca gugatan cerai yang dilayangkan sang istri, Kalina, ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Deddy Corbuzier melontarkan pengakuan mengagetkan. Ternyata Kalina, pernah mencoba meracuni dirinya.

Pengakuan yang dilontarkan mentalist yang belum lama ini beradu kuat dengan pesulap internasional Denny Cole memang disampaikan sambil bercanda. Namun gurauan ini sempat membetot perhatian lantaran gugatan cerai Kalina belum dicabut di Pengadilan. Apakah rasa benci Kalina terhadap Deddy sangat besar? "Kami emang sering bercanda seperti ini," ujar Deddy. Kata 'bercanda' yang dimaksud Deddy adalah memotong tali rem mobil, membuka penutup bensin pada mobil agar meledak, dan sebagainya yang menantang maut.

"Saya juga pernah diracun," kata Deddy lagi. "Orang cuma pake air cabe rawit aja kok," timpal Kalina di sampingnya sambil tertawa.

Hal semacam itu mereka akui lumrah dilakukan kala mereka sedang di rumah. "Buat saya keluarga adalah hal yang penting dan harus dipertanggungjawabkan. Tidak dapat dibandingkan," urai Deddy mulai serius.

Deddy pun punya cita-cita aneh. "Saya ingin meninggal di panggung. Saya berharap mati muda, paling mentok 40 tahun," bebernya. 

Source : tabloidnova.com
Selengkapnya...

Joe Sandy, Misterius Bak Superman



Joshua Sandy yang terpilih sebagai The Master terlihat lembut dan pandai berbicara. Ia adalah juara gelombang pertama The Master . Sekilas, mungkin tak disangka pria berperawakan kurus dengan kacamata minus ini memiliki kemampuan yang dapat membuat banyak orang takjub.

Pria yang mengambil nama panggung Joe Sandy ini adalah seorang ahli mental ilusi, pembaca pikiran, penghipnotis, sekaligus ahli memainkan angka-angka alias Master of Numbers . Berkat kepintarannya mengutak-atik angka ditambah penampilan bak kutu buku, Joe ditahbiskan sebagai The Nerd Magician (Pesulap “Culun”).

“Awalnya enggak terima juga dibilang culun, ha ha,” ungkap mantan pegawai bank ini kepada Tabloid Nova. “Tapi setelah saya pahami dan lakoni, ternyata memang karakter yang pas dengan saya seperti itu. Saya tidak pantas terlihat garang,” kata pria yang suka menganalogikan dirinya dengan Superman ini.

Superman, si manusia super yang menyembunyikan kesempurnaan dibalik kedok manusia biasa. Jika kebanyakan orang berusaha menutupi kekurangan dengan kelebihan yang dimiliki, maka Joe memilih untuk menjadi low profile . “Masyarakat selalu berfikir bahwa pesulap adalah sosok manusia super yang harus sempurna. Pada kenyataannya, kami hanya manusia biasa,” sambungnya.

Satu-satunya kemisteriusan yang dipertahankan Joe hanya setelan jas berwarna hitam-hitam. Bagaimanapun juga, sulap memang menjual hal-hal yang misterius. Lebih dari itu, aksi Joe dalam The Master banyak didominasi oleh hal-hal yang berbau intelegensia. Dalam program yang memiliki tag-line “Mencari Bintang Tanpa Mantra” ini, Joe mengeksplorasi kekuatan pikiran hingga ke titik-titik ekstrim. Salah satu laganya yang paling mencengangkan adalah saat ia menghentikan detak jantungnya sendiri selama 18 detik!

“Semua trik yang saya lakukan sebenarnya bisa dijelaskan dengan logika. Saya hanya memaksimalkan potensi kekuatan pikiran yang tersembunyi dalam diri saya,” ungkap pria yang mendalami sulap dari tahun 1999 ini merendah. 


source : Tabloidnova.com
Selengkapnya...

Romy Rafael : Liburan Sambil Go International




Romy nekat belajar hipnotis ke Amerika. Biayanya dari sebagian modal sang ayah yang sebenarnya untuk mendirikan warnet. Toh, kenekatan Romy tak sia-sia. Sepulang dari Amerika, ayah dua anak ini bisa mewujudkan mimpi-mimpinya.

Sesuai dengan rencana yang aku tulis di buku kucel yang aku temukan di perpustakaan, aku memutuskan pergi kuliah ke Amerika. Tentu saja tidak memberitahu orangtua. Baru setelah sampai aku mengabari mereka, tentu saja mereka sudah tidak bisa melarangku lagi.

Lalu, bagaimana aku punya uang untuk ongkos ke sana? Dulu, kan, marak orang bisnis warnet. Papa rupanya ada kerja sama dengan temanku untuk mendirikan warnet. Temanku dapat modal dari Papa. Nah, sebagian modal itu aku pakai untuk kuliah. Untungnya di Amerika aku punya saudara, jadi biaya tempat tinggal bisa lebih murah. Aku memilih Amerika, karena di Indonesia belum ada yang bisa memberikan sertifikasi hipnoterapi.!

Selama tiga tahun aku belajar di sana, tentu banyak suka dukanya yang aku alami. Jadi tukang cuci piring hingga babysitter. Aku, kan, enggak bisa bekerja resmi karena hanya punya visa wisata.

Banyak yang aku pelajari, mulai dari fisik manusia hingga bagaimana manusia berkomunikasi. Aku tidak belajar di satu tempat saja, di National Guild of Hypnotism juga di The American Board of Hypnotherapy. Kenapa? Karena sertifikasi dan apa yang dipelajari berbeda.

Selain belajar, aku juga mulai mempraktikkan ilmu ke teman sebangku. Contohnya, aku menyuruh temanku menyembunyikan cincin entah di tangan kanan atau kirinya. Nah, dengan bahasa tubuhnya aku jadi tahu, di mana cincin itu disimpan. Setelah dicoba beberapa kali akan ketahuan sifatnya dari cara orang menyimpan cincin tersebut.

Saat memberi sugesti ke orang harus tahu karakternya seperti apa. Tentu saja karakter orang, kan, berbeda-beda. Tujuan aku mensugesti seseorang agar sama dengan statement yang aku bikin. Dengan bahasa tubuh, intonasi suara, kata-kata, aku jadi tahu apa yang ada dalam pikirannya. Itu juga menjadi salah satu dasar hipnotis.

Show Dari Meja ke Meja

Selesai belajar aku pulang ke Jakarta, mencari kerja. Mulailah aku melamar ke hotel-hotel bintang lima, di kartu namaku tertulis jabatan entertainment director. Aku juga mengubah namaku jadi Romy Rafael, agar lebih enak didengar. Pekerjaan awalku sebagai entertainer dari meja ke meja. Misalnya, ada suami istri yang memesan makanan. Nah, sambil menunggu pesanan ada waktu kosong sekitar 4 menit. Di saat jeda itulah aku datangi meja mereka lalu memberikan hiburan. Istilahnya, table hypnotis .

Selama 4 tahun aku melakukan pekerjaan tersebut, tanpa mengenal kata bosan. Berbagai pengalaman pernah aku alami. Sekali waktu aku melakukan show di depan orang-orang Yunani yang sedang makan. Usai show aku dikasih tip tanpa melihat berapa jumlahnya. Begitu sampai di meja ternyata hanya Rp 6 ribu. Aku panggil saja bagian kasirnya sambil bilang kalau meja orang Yunani itu aku yang bayar. Mereka diam saja ketika tahu aku yang membayar makan. Tapi jangan salah, aku juga pernah dikasih 100 dollar. Awalnya, aku pikir hanya Rp 50 ribu. Baru di rumah setelah aku lihat lagi, ternyata dapat tip besar. Penginnya, sih, dibingkai, tapi, kok, sayang ya. Akhirnya aku pakai buat makan juga. Hahaha.

Setelah 4 tahun, aku bekerja sama dengan PH Sandhika membuat program teve, Hipnotis . Pelan-pelan, namaku mulai dikenal publik. Sempat vakum beberapa tahun, acara tersebut kembali muncul dengan nama berbeda, Master Hipnotis .

Lalu, aku juga sempat punya sekolah hipnotis tapi sekarang sudah ditinggalkan karena tidak ada waktu mengurus. Awalnya aku mendirikan sekolah itu karena prihatin, banyak sekolah hipnotis yang sertifikatnya enggak bisa dipertanggungjawabkan. Pelajarannya juga tidak berkesinabungan. Tapi sayangnya, aku sendiri enggak punya waktu mengajar. Jadi, daripada berantakan sekolah itu aku tutup saja.

Go International

Bicara soal teman hidup, aku mempunyai istri bernama Ury serta dua anak, Xander Xavier Rafael dan Xakila Xamara Rafael. Kami bertemu saat SMA di Tunjungan Plasa Surabaya. Awalnya aku belum berani terus terang, tapi aku tertarik dari sorotan matanya. Setelah sama-sama klop, kami menikah tahun 2004. Awalnya mertuaku bingung, kok, kerjaku di bidang hipnotis, namun akhirnya mereka bisa mengerti.

Soal keluarga, aku punya prinsip, orang lain tak boleh tahu tentang keluargaku. Bagiku, keluarga bukan objek untuk dieksploitasi. Sebagai seorang wanita, tentu saja Ury pernah cemburu. Makanya kalau ada syuting ke daerah, Ury selalu ikut. Rencananya tahun depan kami akan tur ke luar negeri, Washington DC, Los Angeles, Hongkong, Thailand, Malaysia. Selain kerja, kan bisa liburan. Aku sudah membayangkan, pasti seru sekali
Selengkapnya...

Romy Rafael : Buku Lama Membuka Cakrawala


Selalu tampil dengan ikat kepala hitam. Ya, itulah identititas master hipnotis ini. Rupanya untuk menjadi seperti sekarang ini, Romy harus melakukan per­jalanan panjang. Termasuk membohongi orangtuanya.

Aku lahir di Surabaya, 12 Juli 1977 dari Papa, Imam Supeno dan Mama, Ina Sutantina. Aku sulung tiga bersaudara. Nama asliku, Rafael Romi Tunggul Widodo. Kata orangtua aku anaknya pendiam. Meski demikian aku punya “teman” khayalan.

Selain sekolah di Surabaya aku juga sempat sekolah di SMP Medan dan kembali lagi ke Surabaya saat kelas 3 SMA, karena mengikuti Papa yang kerap pindah kerja. Papa kerja di Bank Indonesia. Sementara Mama hanya ibu rumah tangga. Hanya saja, Mama orangnya sangat keras, disiplin, dan tak mau kompromi. Mungkin wataknya menurun dari kakekku yang jadi Marinir.

Sikap tak mau kompromi sudah terlihat sejak aku kecil. Aku selalu dianggap bodoh ketika pelajaran matematika, fisika, kimia nilainya jelek. Padahal nilai yang lain, seperti bahasa Inggris dan Seni Rupa bagus. Makanya Mama sampai memanggilkan guru les ke rumah. Tetap saja nilai Matematikaku jeblok. Saking penasarannya, Mama sempat membawaku ke psikolog karena nilai matematikaku tak naik-naik.

Temukan Buku Kucel

Meski kami anak pegawai BI, jangan disangka akan mudah meminta mainan atau buku ke orangtua. Padahal aku tahu, mereka bisa membelikan apa yang kami minta. Meski demikian, sekali waktu aku pernah minta buku yang saat itu sangat mahal. Buku impor yang harganya Rp 300 ribu! Setelah aku “lobi” beberapa kali, akhirnya dibelikan juga. Tentu dengan alasan buku itu sangat berguna.

Aku memang lebih suka langsung membaca buku bahasa Inggris dibanding terjemahan, karena hasilnya beda. Aku memang lebih kuat di linguistik. Bahasa Inggrisku lancar karena belajar dari buku, kamus, nonton film barat enggak pernah lihat teksnya, langsung mendengar percakapannya.

Sikap Mama yang menganggap aku bodoh terus berlanjut hingga SMP. Padahal sejak SMA aku sudah memiliki identitas sendiri. Jadi, apa maunya Mama belum tentu menjadi maunya aku. Akibatnya kami sering berantem. Cuma berantemnya diam-diam.

Di sekolah aku tak punya banyak teman. Aku tidak jago main basket, makanya aku enggak bisa ikut klub mereka. Aku juga tidak menjadi anggota klub anak-anak kaya alias tajir. Aku hanya berkawan dengan teman sebangku. Itu saja karena kami memang sama-sama pendiam. Aku juga tak punya banyak teman di rumah. Jarang sekali aku main dengan tetangga. Aku lebih suka berteman dengan buku.

Karena doyan baca buku, cita-citaku juga beda dengan anak-anak sebaya. Aku pernah punya cita-cita jadi koki, makanya aku doyan makan dan badanku waktu kecil gemuk. Lalu jadi astronot karena terpesona dengan alam di sana. Menurutku, kelak ada first contact dengan species lain. Mungkin ini pikiran gilaku. Malah, aku sudah bisa melihatnya ke depan apa yang terjadi. Aku memang terpesona dengan film-film Star Trek atau Babilon V.

Masa SMP adalah masa dimana aku menemukan sebuah peristiwa yang tidak terlupakan. Karena enggak punya teman akhirnya setiap kali istirahat, aku pergi ke perpustakaan membaca buku. Aku menemukan buku yang sudah kucel, mungkin karena sering dibaca orang ya, buku berjudul Berpikir Berjiwa Besar . Di Bab 12 buku tersebut ada perintah kita diharuskan membuat hasil akhir apa yang diinginkan, tujuan hidup, pekerjaan, lingkungan sosial hidup ini. Lalu, di halaman berikutnya dipecah lagi, apa rencana jangka pendek dalam 5 tahun ini yang bisa tercapai. Kita disuruh melupakan rencana jangka panjang, pilih rencana jangka pendek yang masuk akal dimana harus bisa dicapai dalam 1-5 tahun terdekat. Akupun langsung menuliskan apa yang diperintahkan di buku tersebut.

Tilep Uang Kursus

Lepas SMA aku memilih kuliah di UNAIR Surabaya Fakultas Ekonomi. Kok? Tujuannya agar bisa bareng dengan pacarku. Dari pacarku juga aku mengenal program Network 21, yaitu sebuah support system soal pengajaran dan logika. Bentuknya seperti sebuah seminar tentang pengembangan diri. Aku pun tertarik dan ingin mempelajari sistem tersebut.

Ternyata banyak pelajaran yang bisa diambil, jadi semacam sekolah pendidikan, sekolah bisnis, sekolah yang membuat kita menjadi independen. Diajarkan bagaimana menggali daftar nama orang lain, membangun network, follow up , bahkan diajarkan cara membuat impian. Semua yang diajarkan ada di buku yang aku temukan di perpustakaan waktu sekolah dulu.

Ibaratnya hidup tanpa rencana tidak akan mencapai tujuan dan buang-buang waktu. Kadang manusia hidup dalam rutinitas. Begitu sadar sudah terlambat atau sudah tua, masalah sudah datang, penyakit mulai banyak, dan tak mungkin melamar ke tempat lain. Bisa-bisa busuk sampai pensiun di kantor. Begitu ada anak-anak baru, terjadilah sistem daur ulang. Tidak ada sekolah yang mengajarkan seperti halnya seminar yang aku ikuti tersebut.

Aku juga rajin belajar dan beli buku hipnotis. bahkan aku ikut kursus yang punya sertifikasi. Uang kursus hasil membohongi. Aku pura-pura ikut kursus bahasa Ingris yang mahal. Ketika terima uang aku buat bayar kursus hipnotis. Lalu bukti pembayaran aku bikin sendiri. Orangtua tak curiga. Apalagi saat mereka mengantarkan kursus, aku tetap masuk. Tetapi begitu mobil pergi, aku keluar lagi. Kepada pengelola kursus, aku pura-pura mau menjemput adikku. Ha..ha..ha... Karena aktif belajar hipnotis, kuliahku di Unair keteteran. Aku pun kena DO. Ya, sudah. Itu risiko. 


source : Tabloidnova.com
Selengkapnya...