Jumat, 20 Agustus 2010

Misteri Mimpi

Mimpi adalah penglihatan, kejadian, atau pengalaman yang kita alami saat tidur, yang melibatkan pikiran, perasaan dan indera lainnya. Oneirologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mimpi.

Mimpi tidak hanya di alami manusia, beberapa hewan diketahui juga mengalami penglihatan saat tidur. Mimpi yang kita alami terkadang tergantung pada indikator disekitar kita, misalnya anda tidur dalam keadaan kedinginan, maka bisa saja anda bermimpi berada di kutub utara.

Saat tidur dan bermimpi, otak menjadi terisolasi dari dunia luar dan mimpi dapat mempengaruhi suasana hati. Dalam mimpi, orang sering mengalami lonjakan emosi berupa kecemasan, ketakutan, kebahagiaan, dan lain-lain. Sedangkan emosi negatif lebih umum terjadi daripada yang positif. Mimpi juga dipengaruhi oleh keadaan hati kita yang kita bawa menjelang tidur.

Pikiran kita seakan dilewati serangkaian gambar, suara dan sensasi lainnya pada saat kita mengalami mimpi. Dalam sejarah, telah banyak orang yang mencari arti mimpi atau mencoba meramal arti dari mimpi yang dialami, mimpi memang merujuk ke refleksi alam bawah sadar. Konon, manusia menghabiskan waktu 6 tahun untuk bermimpi, dengan patokan setiap malam mengalami mimpi selama 2 jam.

Penelitian menunjukkan, sekitar 10 % remaja mengalami mimpi yang berhubungan dengan seksual. Penelitian yang lain menunjukkan 8 % dari pria dan wanita mengalami mimpi erotis, dan pada beberapa kasus mimpi seksual, mengakibatkan orgasme yang dikenal dengan sebutan “mimpi basah”. Sekitar 70 % wanita dan 65 % pria mengalami mimpi yang berulang, segelintir orang mengatakan bahwa mereka mengalami mimpi dengan warna hitam dan putih.

Banyak orang lupa akan mimpinya, meskipun dapat dilatih kemampuan untuk dapat mengingat mimpi yang dialami. Wanita lebih dapat mengingat mimpinya dibandingkan pria, mimpi juga mungkin mengakibatkan dejavu pada sebagian orang.

Mimpi sepertinya mustahil akan terjadi di kehidupan nyata, tapi pernahkan mimpi anda menjadi kenyataan ?

Banyak orang mengaku mimpinya menjadi kenyataan, apakah mimpi tersebut berkaitan dengan dirinya ataupun berkaitan dengan orang lain. Tahun 1927, JW Dunne, mempublikasikan hasil penelitiannya tentang mimpi, sekitar 10 % dari mimpi-mimpinya menjadi kenyataan.

Tahun 1952, Eugene Aserinsky merekam gelombang otak saat mengalami mimpi. Antara tahun 1940 hingga 1985, Calvin S. Hall berhasil mengumpulkan sekitar 50.000 laporan mimpi di Western Reserve University. Tahun 1966, Van De Hall menerbitkan “The Content Analysis of Dreams”, dengan mempelajari mimpi dari 1.000 mahasiswa. Ini menunjukkan bahwa kebanyakan orang bermimpi tentang hal yang sama.

Sigmund Freud mempelajari hubungan mimpi dan pikiran bawah sadar, ia juga menerbitkan buku berjudul “The Interpretation of Dreams”, dan ia berasumsi bahwa tidur adalah kondisi yang baik untuk telepati.

Orang yang mimpinya menjadi kenyataan, kebanyakan adalah mereka yang telah menjalani disiplin mental dan sering melakukan meditasi. Dengan kata lain, orang yang memiliki tingkat mimpi yang akurat bukanlah orang yang aneh, melainkan mereka yang memiliki tingkat emosi yang baik.

Banyak yang menganggap, mimpi yang menjadi kenyataan hanyalah sebuah kebetulan, dan orang hanya mengingat mimpi yang menjadi kenyataan, sementara mimpi yang tidak menjadi kenyataan akan segera dilupakan.

Para peneliti belum dapat menjelaskan secara pasti mengapa mimpi bisa menjadi kenyataan, bukankah mimpi tidak bisa diteliti menggunakan mikroskop ?

sumber : http://id.shvoong.com/exact-sciences/1984902-misteri-mimpi/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar